Mitos hingga Fakta soal Tanaman Kelor

Pos

Daun kelor atau Moringa oleifera Lam, di pikiran kita? Mungkin bisa jadi salah satu alat yang mampu mengusir mahluk gaib. Hal itu salah satu mitos orang tua kita turun menurun dari daun kelor. Tak hanya itu, daun kelor juga disebut-sebut  sebagai alat peluntur jimat dan ilmu hitam.

Menurut bpk adi setiadi dari Kelompok Peneliti Pemuliaan Tanaman dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Kementerian Pertanian, Memang benar bahwa tanaman kelor sudah tidak asing lagi di Indonesia. Mengingat manfaat dari tumbuhan ini diketahui sejak turun temurun, dan termasuk ada mitos tersebut.

menurut bpk Adi setiadi bahwa memang “Ada mitos dan kepercayaan di masyarakat, daun kelor dapat digunakan untuk pengusir jin, peluntur jimat dan ilmu hitam. Tapi secara ilmiah belum ada penelitian,itu hanya cerita yang berkembang turun-temurun,” .

walaipun demikian, tanaman ini memiliki fakta menarik. Salah satunya, tanaman ini sudah diekspor pada Maret 2019 dari Pasuruan, Jawa Timur ke Korea Selatan sedangkan dari Madura, kelor diekspor ke Australia, Jepang dan eropa.

Menurut bpk Adi Setiadi tanaman kelor ini berasal dari India bagian utara dan kemudian tanaman ini menyebar ke  Asia Tenggara termasuk ke Indonesia. Tanaman kelor pun dapat beradaptasi baik dengan iklim di beberapa negara tropis termasuk Indonesia.  Adapun i Indonesia sendiri tanaman kelor tumbuh dan berkembang baik di Madura pasuruan ,Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi.

Menurut bpk Adi Setiadi “Kelor bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini berasal dari India bagian utara yang memiliki iklim sub tropis. Namun, tanaman ini mampu beradaptasi baik dengan iklim di daerah tropis termasuk di Indonesia,” .

Menurut bpk Adi Setiadi, tanaman kelor termasuk tumbuhan bermanfaat  sebagai obat dan bahan pangan. Baik daun, biji, buah dan kulit batangnya bisa digunakan. Di sejumlah wilayah di Indonesia tanaman kelor ini  banyak digunakan untuk obat oleh masyarakat. contohnya :

  • Di Aceh untuk obat kusta.

  • Di Bengkulu untuk obat stroke.

  • Di daerah Kalimantan untuk pegal linu yanh digunakan akarnya di campur jeruk nipis dan pepaya.

  • Di daerah Sulawesi digunakan untuk penyembuh luka.

  • Di daerah Sulawesi Tengah untuk obat stroke dan malaria.

  • Di daerah Maluku untuk obat tipes dan menurunkan asam urat,”

Menurut bpk Adi setadi  bahwa daun kelor mengandung nutrisi lengkap seperti vitamin A, B, C, β-karoten, protein,  dan plavonoid yang merupakan senyawa bahan kimia untuk obat. Dan juga tanaman kelor juga disebut sebagai penyelamat negara miskin dari bahaya kelaparan dan malnutrisi di karenakan kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya yang kaya akan nutrisi.

Tanaman kelor di Indonesia mulai dikembangkan secara nasional pada 2020. Ini diawali rencana program pemerintah untuk dibangunnya daerah pengembangan tanaman kelor terutama di NTT yang akan dilaksanakan penetapan sumber benih kelor di NTT sehingga benih yang beredar merupakan benih bersertifikat. Mengingat potensi yang ada di tanaman kelor ini walaupun tanaman kelor ini sudah dikembangkan dari hulu ke hilir seperti di Madura.

sumber: liputan6.com


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *