4 Jenis Madu Yang Beredar di Indonesia, Mana Yang Terbaik?

Pos

Selain madu asli yang murni terbuat dari 100 persen madu, kadang ada pula madu campuran beredar di pasaran. Madu campuran ini tidak 100 persen terbuat dari madu yang diproduksi lebah, melainkan terdiri dari beberapa kandungan zat lainnya yang bukan termasuk madu murni.

Menurut Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Tani Muda Desa Bojongmurni Iyan Supriyadi, secara garis besar ada empat macam madu yang beredar di pasaran.

“Mungkin yang pertama ada madu murni. Lalu madu oplosan atau sirupan, yang sering kita gaungkan sebagai madu SOS,” tutur Iyan ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (29/6/2021). Iyan juga merupakan seorang peternak lebah madu di Eduwisata Lebah Madu di Desa Bojongmurni, di kaki Gunung Pangrango.

1. Madu murni

Madu murni dihasilkan 100 persen dari nektar yang dihisap oleh lebah madu.Untuk menghasilkan madu, koloni lebah biasanya dibudi dayakan di lokasi khusus, seperti yang dilakukan oleh Iyan.Namun, ada pula koloni lebah madu yang dibiarkan liar di pedalaman hutan. Kemudian dipanen dalam beberapa waktu sekali oleh para pemanen madu.

Madu murni dihasilkan hanya dari produksi lebah madu. Sama sekali tidak dicampur dengan bahan lainnya.

2. Madu sintetis

“Selanjutnya ada madu sintetis. Ini saya rasa bukan madu karena dia sama sekali tidak mengandung madu. Sintetis ini terbuat dari entah apa pun itu saya enggak tahu untuk pengolahannya,” papar Iyan.

3. Madu sirupan

Kemudian ada yang disebut sebagai madu sirupan. Madu jenis ini biasanya merupakan madu yang diproduksi oleh lebah apis mellifera. Menurut Iyan, ketika lebah apis mellifera ini belum ditempatkan di lokasi yang memiliki sumber nektar, maka setiap hari lebah tersebut akan distimulasi oleh pakan tambahan.

Ketika lebah tersebut mengonsumsi pakan tambahan, di dalam tubuh lebah masih mengandung madu. Kedua bahan tersebut kemudian bercampur jadi satu dan menghasilkan cairan campuran. “Jadi 50:50 lah, 50 persen madu dan 50 persen sirupan,” imbuh Iyan.

4. Madu oplosan

Terakhir, adalah madu oplosan. Madu oplosan ini biasanya dicampur setelah panen dari lebah dilakukan. Madu akan dicampur dengan zat sintetis lainnya, bisa berupa fruktosa, sukrosa, dan lain-lain. Perbandingannya bermacam-macam. Bisa 50 persen madu dan 50 persen zat sintetis. Bisa juga 75 persen zat sintetis dan 25 persen madu.

Dari keempat jenis madu tersebut, tentu saja :

Madu yang paling murni yang paling baik untuk tubuh.

Khasiat kesehatan yang dimiliki oleh madu 100 persen terkandung dalam madu murni. Lain halnya untuk madu yang sudah dicampur dengan bahan-bahan lain, seperti gula misalnya. Jika dikonsumsi, kata Iyan, tentu saja bukannya jadi sehat malah bisa mengundang penyakit. “Makanya sering banyak kekecewaan para konsumen madu, kenapa sih saya sering konsumsi madu kok enggak sehat-sehat? Ketika ada keluhan seperti itu, saya tanya madu seperti apa yang dikonsumsi?” pungkas Iyan.

sumber:compas . com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *